Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Bisnis Digital, menggelar acara Festival Olahraga dan Seni Budaya yang meriah pada Senin, 31 Maret 2026. Kegiatan tahunan ini menjadi bagian integral dari program pengembangan kompetensi non-akademik mahasiswa, menghadirkan berbagai cabang olahraga dan pertunjukan seni yang memukau di lapangan olahraga kampus utama.
Acara yang dimulai pukul 08.00 WITA hingga 17.00 WITA tersebut menampilkan lebih dari 15 cabang olahraga, termasuk sepak bola, bola voli, badminton, tenis meja, catur, dan cabang olahraga tradisional Sulawesi Tenggara. Selain itu, mahasiswa juga menampilkan beragam seni budaya lokal dan modern, mulai dari tari tradisional, fashion show berkelanjutan, hingga pertunjukan musik kontemporer yang menampilkan berbagai instrumen tradisional dan modern.
Latar Belakang dan Visi Program
Festival Olahraga dan Seni Budaya Fakultas Bisnis Digital Unismuh Kendari tahun ini merupakan inisiatif yang lebih komprehensif dibanding tahun-tahun sebelumnya. Menurut informasi yang dihimpun, kegiatan ini dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan mahasiswa era digital yang seringkali terjebak dalam rutinitas akademik berbasis layar dan teknologi.
“Kami percaya bahwa mahasiswa Fakultas Bisnis Digital tidak hanya perlu menguasai aspek teknis dan akademik, tetapi juga harus mengembangkan kepribadian, kreativitas, dan kemampuan sosial melalui olahraga dan seni budaya,” ungkap Dr. Bambang Setyawan, Dekan Fakultas Bisnis Digital Unismuh Kendari, dalam sambutan pembukaan acara.
Visi ini sejalan dengan kurikulum holistik yang diterapkan fakultas, yang menekankan pengembangan hard skills dan soft skills secara seimbang. Fakultas Bisnis Digital sendiri merupakan salah satu unit akademik terbaru di Universitas Muhammadiyah Kendari yang menaruh fokus khusus pada transformasi digital, manajemen data, dan entrepreneurship digital.
Ribuan Mahasiswa Ikut Serta
Partisipasi dalam festival ini sangat menggembirakan dengan melibatkan lebih dari 2.500 mahasiswa dari berbagai tingkat akademik, mulai dari mahasiswa angkatan pertama hingga mahasiswa tingkat akhir. Mereka tergabung dalam 85 tim yang berkompetisi di berbagai kategori olahraga dan seni.
“Jumlah peserta tahun ini meningkat 40 persen dibanding tahun lalu. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa semakin menyadari pentingnya keseimbangan antara akademik dan aktivitas pengembangan diri,” jelas Prof. Ir. Aris Sudomo, M.Sc., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, saat memberikan keterangan pers di sela-sela acara.
Setiap program studi di Fakultas Bisnis Digital mengirimkan delegasi mereka. Program Studi Manajemen Pemasaran Digital menampilkan 12 tim di berbagai cabang, sementara Program Studi Sistem Informasi dan Program Studi Desain Komunikasi Visual juga memberikan kontribusi signifikan dalam penampilan seni dan olahraga.
Ragam Cabang Olahraga dan Seni yang Dipertandingkan
Dalam kategori olahraga, kompetisi sepak bola menjadi daya tarik utama dengan pertandingan sengit antara 16 tim putra dan 8 tim putri. Pertandingan final diadakan pada sore hari dengan kehadiran ribuan penonton yang memberikan dukungan antusias kepada setiap tim favorit mereka.
Selain itu, kategori bola voli juga mempertandingkan 20 tim dengan sistem double round robin. Cabang olahraga lainnya seperti badminton, tenis meja, dan catur menawarkan pengalaman kompetitif yang sehat dengan standar pertandingan yang profesional. Khusus untuk cabang olahraga tradisional Sulawesi Tenggara, panitia menghadirkan permainan lompat tali tradisional (kipa-kipa) dan permainan bakiak yang menjadi favorit mahasiswa.
Dalam kategori seni budaya, pertunjukan tari tradisional Sulawesi Tenggara menjadi pembuka yang meriah. Mahasiswa menampilkan tari Poco-Poco dengan formasi besar melibatkan lebih dari 100 penari sekaligus dalam satu pertunjukan yang memukau. Selanjutnya, berbagai tari daerah lainnya seperti tari Kabaena dan tari Pakarena ditampilkan dengan kostum dan properti yang autentik.
“Kami ingin mahasiswa mengenal dan mencintai warisan budaya lokal. Melalui festival ini, mereka bukan hanya sebagai penonton tetapi juga sebagai pelaku aktif dalam melestarikan budaya,” kata Siti Nurhaliza, S.Sn., M.Sn., Koordinator Bidang Seni dan Budaya Fakultas Bisnis Digital.
Pertunjukan musik juga menjadi highlight dalam acara ini. Berbagai band mahasiswa memainkan lagu-lagu rock, pop, dan dangdut modern dengan menggabungkan instrumen tradisional. Salah satu pertunjukan yang paling dinanti adalah penampilan gabungan antara musik tradisional dengan DJ modern yang menampilkan EDM (Electronic Dance Music) Nusantara.
Sementara itu, fashion show yang menampilkan koleksi busana berkelanjutan dari mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual mencuri perhatian banyak orang. Setiap desain menampilkan konsep ramah lingkungan dengan memanfaatkan bahan-bahan daur ulang dan warna-warna yang terinspirasi dari keindahan alam Sulawesi Tenggara.
Peran Penting dalam Pengembangan Soft Skills
Menurut Dr. Edy Sutrisno, M.Pd., Kepala Program Studi Manajemen Pemasaran Digital, kegiatan seperti ini memiliki dampak signifikan terhadap pengembangan soft skills mahasiswa yang semakin dibutuhkan di industri.
“Dalam dunia bisnis digital modern, seorang profesional tidak hanya dituntut menguasai teknik dan teknologi, tetapi juga harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik, kepemimpinan, kerja sama tim, dan kreativitas. Festival ini adalah wadah sempurna untuk mengasah kemampuan-kemampuan tersebut,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.
Hasil survey yang dilakukan panitia terhadap peserta festival tahun lalu menunjukkan bahwa 87 persen peserta merasa lebih percaya diri dalam berkomunikasi setelah mengikuti kegiatan ini. Selain itu, 92 persen peserta menyatakan bahwa festival membantu mereka menemukan minat dan bakat yang sebelumnya belum tereksplorasi dengan baik.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menciptakan ikatan solidaritas antar mahasiswa lintas program studi. Banyak mahasiswa yang awalnya tidak saling mengenal menjadi teman dekat melalui kerja sama dalam mempersiapkan kegiatan ini.
“Saya adalah mahasiswa Sistem Informasi, tapi melalui acara ini saya berkesempatan bekerja sama dengan teman-teman dari Desain Komunikasi Visual dalam mendesain poster dan dekorasi. Pengalaman ini sangat berharga,” ungkap Ahmad Ridho Pratama, mahasiswa semester 4 Sistem Informasi, dengan antusiasme.
Dukungan Institusi dan Infrastruktur
Kesuksesan pelaksanaan festival tidak terlepas dari dukungan penuh institusi kampus. Universitas Muhammadiyah Kendari menyediakan infrastruktur lengkap termasuk lapangan olahraga bertaraf internasional, auditorium dengan sistem sound dan lighting modern, serta fasilitas katering untuk ribuan peserta.
“Investasi kami dalam infrastruktur olahraga dan seni bukan hanya untuk kompetisi eksternal, tetapi juga untuk mendukung pengembangan holistik mahasiswa. Kami percaya bahwa universitas harus menjadi tempat di mana mahasiswa dapat mengembangkan potensi mereka secara menyeluruh,” terang Prof. Ir. Aris Sudomo.
Tim panitia yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa sendiri telah mempersiapkan acara ini selama tiga bulan dengan detail yang sangat matang. Mereka mengkoordinasikan berbagai aspek mulai dari penjadwalan pertandingan, pemastian keselamatan peserta, hingga pengaturan logistik dan dokumentasi.
Antusiasme dan Semangat Kompetitif
Pada hari pelaksanaan, antusiasme terlihat jelas dari pagi hari. Peserta dengan seragam tim berwarna-warni memenuhi area kampus. Penonton dari kalangan mahasiswa, dosen, dan karyawan kampus berdatangan untuk memberikan dukungan.
Pertandingan sepak bola final antara Tim Manajemen Pemasaran Digital kontra Tim Sistem Informasi menjadi climax acara. Pertandingan yang berakhir dengan skor 2-1 untuk Tim Manajemen Pemasaran Digital ini diisi dengan permainan yang penuh semangat dan fair play yang terpuji.
“Meskipun kalah, kami merasa bangga telah memberikan pertandingan terbaik kami. Ini adalah kesempatan untuk belajar, bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang sportivitas dan penghargaan terhadap lawan,” kata Imam Santoso, kapten Tim Sistem Informasi.
Dampak dan Keberlanjutan Program
Festival Olahraga dan Seni Budaya Fakultas Bisnis Digital ini direncanakan akan menjadi program berkelanjutan yang terus berkembang setiap tahunnya. Panitia sudah menetapkan target untuk meningkatkan skala kegiatan pada tahun depan dengan melibatkan fakultas-fakultas lainnya di Universitas Muhammadiyah Kendari.
“Visi jangka panjang kami adalah menjadikan festival ini sebagai platform pencarian bakat yang dapat melahirkan atlet dan seniman berbakat yang merepresentasikan universitas di tingkat regional dan nasional,” ungkap Dr. Bambang Setyawan.
Selain itu, pihak kampus juga merencanakan pembentukan klub-klub olahraga dan seni yang lebih terstruktur dengan pelatih profesional. Ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa berbakat untuk mengembangkan potensi mereka lebih lanjut.
Penutup
Festival Olahraga dan Seni Budaya Fakultas Bisnis Digital Universitas Muhammadiyah Kendari pada 31 Maret 2026 telah membuktikan bahwa pendidikan holistik bukan sekadar slogan, tetapi komitmen nyata institusi untuk mengembangkan mahasiswa secara utuh. Kegiatan ini mencerminkan dedikasi universitas dalam menciptakan ekosistem akademik yang seimbang antara pengembangan intelektual dan karakter.
Dengan ribuan peserta yang antusias, ratusan jam persiapan, dan infrastruktur modern yang mendukung, festival ini menjadi kesaksian bahwa mahasiswa Fakultas Bisnis Digital Unismuh Kendari tidak hanya siap menguasai teknologi digital, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, kreativitas tinggi, dan kemampuan sosial yang baik untuk menghadapi tantangan masa depan dalam era transformasi digital.
Ke depannya, festival ini diharapkan terus berkembang dan menjadi tradisi akademik yang ditunggu-tunggu oleh seluruh warga kampus setiap tahunnya.
—
Informasi Narahubung:
Fakultas Bisnis Digital
Universitas Muhammadiyah Kendari
Jalan Gatot Subroto No. 128, Kendari, Sulawesi Tenggara
Telepon: (0401) 3190928
Email: [email protected]