KENDARI — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Bisnis Digital Universitas Muhammadiyah Kendari resmi meluncurkan program strategis bertajuk “Digital Skills Bootcamp 2026” pada Sabtu, 19 April 2026. Kegiatan yang dihadiri ratusan mahasiswa ini menjadi komitmen nyata organisasi kemahasiswaan dalam meningkatkan kompetensi digital generasi muda Sulawesi Tenggara.
Program pelatihan intensif selama tiga bulan ini dirancang khusus untuk membekali mahasiswa Fakultas Bisnis Digital dengan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri. Dari desain grafis, content creation, digital marketing, hingga pengembangan website, semua akan disampaikan oleh praktisi berpengalaman dan dosen terkemuka di bidangnya.
“Kami memahami bahwa pendidikan formal saja tidak cukup untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi kompetisi global. Melalui program ini, kami ingin memastikan setiap mahasiswa memiliki portfolio dan keterampilan konkret yang dapat langsung diaplikasikan di dunia kerja,” ujar Rizki Muhammad Pratama, Ketua BEM Fakultas Bisnis Digital Unismuh Kendari, saat memberikan sambutan pembukaan di Auditorium Fakultas Bisnis Digital, Jumat (18 April 2026) malam.
### Latar Belakang dan Motivasi Program
Fakultas Bisnis Digital Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan salah satu program studi yang relatif baru di kampus tersebut. Diresmikan pada tahun akademik 2022/2023, fakultas ini lahir dari visi universitas untuk mengikuti perkembangan zaman dan memenuhi kebutuhan tenaga kerja profesional di era transformasi digital. Namun, dalam perkembangannya, tim BEM menemukan adanya gap antara keterampilan yang diajarkan di kelas dengan ekspektasi industri.
Berdasarkan survey yang dilakukan BEM pada semester ganjil 2025/2026, dari 342 mahasiswa yang disurvei, sebanyak 78 persen mengungkapkan keinginan untuk mendapatkan pelatihan tambahan di luar kurikulum reguler. Mayoritas mereka merasa membutuhkan pengalaman langsung dan mentoring dari para profesional yang sedang bekerja di industri digital.
“Data ini menjadi dasar bagi kami untuk merancang Digital Skills Bootcamp. Kami tidak hanya ingin memberikan teori, tetapi benar-benar hands-on experience yang bisa langsung digunakan mereka saat mencari pekerjaan,” jelas Siti Nurhaliza, Wakil Ketua BEM bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, dalam wawancara eksklusif di ruang kantor BEM pada Kamis (17 April 2026).
### Struktur dan Kurikulum Program
Program Digital Skills Bootcamp 2026 dibagi menjadi empat modul utama yang akan dilaksanakan secara bertahap. Modul pertama, yang dimulai pada 22 April 2026, fokus pada fundamental digital marketing dan social media management. Para peserta akan belajar tentang strategi content calendar, engagement rate optimization, dan analisis data menggunakan tools seperti Google Analytics dan Meta Business Suite.
Modul kedua yang dimulai minggu ketiga Mei akan membahas graphic design dan visual content creation. Peserta akan dilatih menggunakan Adobe Creative Suite, Canva Pro, dan tools desain lainnya. Mereka juga akan mempelajari prinsip-prinsip desain, color psychology, dan bagaimana menciptakan visual content yang engaging untuk berbagai platform media sosial.
Modul ketiga pada akhir Mei hingga pertengahan Juni akan menghadirkan pembahasan mendalam tentang search engine optimization (SEO) dan search engine marketing (SEM). Expert dari agensi digital terkemuka di Makassar akan membimbing peserta tentang keyword research, technical SEO, paid advertising strategy, dan conversion rate optimization.
Modul terakhir pada pertengahan Juni hingga akhir Juli adalah workshop intensif tentang web development basics dan e-commerce solution. Peserta akan belajar HTML, CSS, dan JavaScript dasar, serta bagaimana membangun toko online menggunakan platform seperti Shopify, WooCommerce, dan tools website builder populer lainnya.
Setiap modul dijadwalkan pada hari Sabtu dan Minggu untuk mengakomodasi jadwal kuliah mahasiswa. Peserta yang menyelesaikan semua modul dan lolos evaluasi akhir akan mendapatkan sertifikat resmi dari Fakultas Bisnis Digital dan partner institusi yang terlibat.
### Kolaborasi dan Dukungan Stakeholder
Kesuksesan program ini didukung penuh oleh pihak manajemen Universitas Muhammadiyah Kendari. Dr. Bahrun, S.E., M.Si., Dekan Fakultas Bisnis Digital, menyatakan apresiasi tinggi terhadap inisiatif BEM ini.
“Saya sangat terkesan dengan visi dan misi BEM dalam mengembangkan kompetensi mahasiswa. Program Digital Skills Bootcamp adalah bukti nyata bahwa organisasi kemahasiswaan kami tidak hanya sibuk dengan aktivitas kampus biasa, tetapi benar-benar fokus pada peningkatan kualitas akademik dan profesional,” ungkap Dr. Bahrun saat peluncuran program.
Dekan juga mengumumkan bahwa pihak fakultas akan menyediakan fasilitas full support, termasuk ruang kelas, akses ke laboratorium komputer, dan dukungan administratif. Lebih menarik lagi, pihak universitas telah mengalokasikan anggaran khusus sebesar 150 juta rupiah untuk procurement tools dan software yang dibutuhkan dalam program ini.
Dukungan juga datang dari berbagai partner eksternal. PT Digital Kendari Solutions, sebuah startup teknologi lokal yang berbasis di Kendari, berkomitmen mengirimkan minimal dua orang expert untuk setiap sesi workshop. Mereka juga menjanjikan mentoring berkelanjutan dan peluang magang bagi peserta terbaik.
“Kami percaya bahwa membangun ekosistem digital yang kuat di Kendari harus dimulai dari kampus. Dengan mendukung program seperti ini, kami tidak hanya berinvestasi pada talent future, tetapi juga membangun awareness tentang potensi industri digital lokal,” ujar Budi Santoso, Direktur PT Digital Kendari Solutions.
Organisasi mahasiswa lainnya juga turut berperan aktif dalam persiapan program. Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bisnis Digital, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Web Developer Unismuh, dan Forum Entrepreneur Muda Kampus ikut membantu sosialisasi dan koordinasi teknis pelaksanaan.
### Respons dan Partisipasi Mahasiswa
Antusiasme mahasiswa terhadap program ini sangat tinggi. Dalam pembukaan yang dilaksanakan pada malam Jumat (18 April 2026), lebih dari 500 mahasiswa dari berbagai semester hadir memenuhi Auditorium Fakultas Bisnis Digital yang berkapasitas 800 tempat duduk. Peserta tidak hanya berasal dari Fakultas Bisnis Digital, tetapi juga dari fakultas lain di Unismuh Kendari yang tertarik untuk meningkatkan skill digital mereka.
Untuk mengakomodasi tingginya minat, panitia akhirnya membuka batch kedua dengan jadwal yang berbeda. “Awalnya kami menargetkan 300 peserta, tetapi responsnya melebihi ekspektasi. Kami kewalahan dalam hal positif ini,” ungkap Adi Wijaya, Ketua Panitia Digital Skills Bootcamp, sambil tersenyum lebar.
Salah satu peserta, Sonia Putri Indah, mahasiswa semester 4 Bisnis Digital, berbagi motivasinya mengikuti program ini. “Saya merasa perlu skill tambahan di luar kuliah untuk bisa bersaing di industri. Saya sudah tertarik dengan digital marketing sejak semester dua, dan program ini adalah kesempatan emas untuk memperdalam dan mendapatkan sertifikat yang diakui,” kata Sonia antusias.
Peserta lain, Farah Ramadan dari semester 6, melihat program ini sebagai bagian penting dari persiapan menghadapi dunia kerja. “Beberapa teman saya sudah magang atau kerja, dan mereka selalu bilang kalau skill praktis itu yang paling dicari perusahaan. Semoga setelah bootcamp ini, saya bisa lebih confident saat interview kerja,” tambahnya.
### Dampak dan Proyeksi Ke Depan
Potensi dampak positif program Digital Skills Bootcamp 2026 sangat signifikan. Selain meningkatkan employability mahasiswa, program ini juga diharapkan dapat membuka jaringan profesional yang lebih luas bagi mahasiswa Unismuh Kendari. Workshop dengan praktisi dan expert industri akan memberikan akses direct kepada mahasiswa untuk belajar best practices langsung dari mereka yang sedang di lapangan.
Dari sisi institusional, program ini juga memperkuat positioning Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai perguruan tinggi yang responsif terhadap kebutuhan industri. Di era di mana universitas semakin dinilai dari kontribusinya terhadap pengembangan skill praktis lulusan, inisiatif seperti ini menjadi nilai tambah yang signifikan.
Dr. Bahrun juga mengungkapkan rencana jangka panjang terkait program ini. “Jika program ini berjalan sukses, kami akan membuat bootcamp reguler setiap tahunnya. Bahkan, kami sedang mempertimbangkan untuk menjalin kerjasama dengan institusi internasional untuk memberikan sertifikat yang lebih recognized globally,” jelasnya dengan optimisme.
Ketua BEM, Rizki Muhammad Pratama, juga memiliki visi ambisius untuk organisasi kemahasiswaan ke depan. “Digital Skills Bootcamp adalah salah satu flagship program kami. Ke depan, kami ingin membuat series program pengembangan skill yang mencakup leadership training, entrepreneurship workshop, dan professional communication seminar. Kami percaya bahwa BEM harus proaktif dalam mempersiapkan mahasiswa tidak hanya secara akademis, tetapi juga soft skill dan hard skill,” paparnya.
### Kesimpulan
Peluncuran Digital Skills Bootcamp 2026 oleh BEM Fakultas Bisnis Digital Universitas Muhammadiyah Kendari menandai babak baru dalam komitmen organisasi kemahasiswaan terhadap pengembangan kualitas mahasiswa. Program yang dirancang responsif terhadap kebutuhan industri ini menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia tidak hanya ingin belajar, tetapi juga mempersiapkan diri dengan skill konkret yang relevan dengan dunia kerja.
Dengan dukungan penuh dari pihak universitas, kolaborasi dengan praktisi dan industry players, serta antusiasme tinggi dari mahasiswa, Digital Skills Bootcamp 2026 memiliki potensi besar untuk menjadi program berkala yang membedakan Unismuh Kendari di antara perguruan tinggi lainnya di Sulawesi Tenggara.
Kehadiran program ini juga merefleksikan semangat “kampus yang hidup” dimana organisasi kemahasiswaan bukan hanya menjadi pengguna fasilitas kampus, tetapi menjadi agent of change yang aktif mengidentifikasi kebutuhan dan menghadirkan solusi inovatif. Ke depan, diharapkan program ini akan terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi pengembangan karir mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari.
—
Penulis: Tim Jurnalis Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari
Kendari, 19 April 2026