KENDARI — Prestasi gemilang kembali diraih oleh Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya dari kalangan mahasiswa Fakultas Bisnis Digital. Tiga mahasiswa program studi Manajemen Digital berhasil meraih medali emas dalam ajang Asia Pacific Digital Innovation Challenge (APDIC) 2026 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada 8-10 April lalu. Pencapaian ini menambah deretan prestasi cemerlang institusi pendidikan tersebut di tingkat nasional dan internasional.
Tim yang terdiri dari Siti Nurhaliza (angkatan 2023), Muhammad Rizki Pratama (angkatan 2023), dan Dina Kusuma Wardani (angkatan 2024) berhasil memenangkan kategori “Best Digital Marketing Strategy for Social Enterprise” dengan mengalahkan peserta dari 12 negara di kawasan Asia Pasifik. Proyek mereka yang berjudul “Digital Empowerment for Micro Business in Southeast Asia” menjadi sorotan utama juri internasional karena inovasi dan relevansinya terhadap pemberdayaan ekonomi digital.
“Kami sangat bangga dan bersyukur atas pencapaian ini. Keberhasilan tim kami bukan hanya milik tiga mahasiswa tersebut, tetapi merupakan hasil dari kerja sama tim yang solid, bimbingan dosen pembimbing yang luar biasa, dan dukungan penuh dari Fakultas Bisnis Digital,” ujar Siti Nurhaliza kepada awak media saat tiba di Bandara Haluoleo Kendari pada 11 April 2026, Jumat pagi.
Siti melanjutkan bahwa kompetisi internasional yang mereka ikuti bukan sekadar ajang penghargaan, melainkan platform pembelajaran yang sangat berharga. “Kami bertemu dengan para ahli industri digital dari berbagai negara, mendapatkan feedback langsung, dan memahami bagaimana tren digital marketing berkembang di tingkat global. Pengalaman ini tidak ternilai harganya bagi pengembangan karir kami ke depannya,” tambahnya dengan antusiasme.
Perjalanan tim Unismuh Kendari menuju kompetisi internasional dimulai sejak November 2025 ketika mereka menjadi pemenang tingkat nasional dalam Indonesia Digital Innovation Challenge (IDIC) yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kesuksesan di level nasional membuka pintu mereka untuk berkompetisi di ajang Asia Pacific yang lebih bergengsi.
Proyek mereka berfokus pada strategi pemasaran digital yang inklusif untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) di kawasan Asia Tenggara. Tim mereka mengembangkan platform terintegrasi yang menggabungkan e-commerce, social media marketing, dan data analytics untuk membantu UMKM meningkatkan visibilitas dan penjualan secara signifikan. Dalam presentasi mereka di Bangkok, mereka mendemonstrasikan bagaimana teknologi artificial intelligence dan machine learning dapat dioptimalkan untuk target pasar yang lebih efektif dengan biaya yang terjangkau bagi pelaku usaha kecil.
“Aspek yang paling membedakan proposal kami adalah pemahaman mendalam tentang konteks lokal Asia Tenggara dan tantangan spesifik yang dihadapi UMKM di region ini,” jelas Muhammad Rizki Pratama, ketua tim sekaligus mahasiswa berprestasi akademik dengan IPK 3.89. “Kami tidak hanya membawa teori, tetapi juga data empiris dan case study nyata dari implementasi di Indonesia, termasuk dari daerah Sulawesi Tenggara sendiri.”
Dina Kusuma Wardani, anggota tim yang menangani aspek data analytics dan research, menambahkan bahwa persiapan intensif selama lima bulan sangat membantu kesuksesan mereka. “Mulai dari riset pasar, pengumpulan data, hingga pembuatan prototype dan simulasi bisnis, semua dilakukan dengan detail. Kami juga melakukan survey langsung ke UMKM lokal untuk memastikan solusi kami relevan dengan kebutuhan nyata,” ungkapnya.
Keberhasilan mahasiswa Fakultas Bisnis Digital Unismuh Kendari di panggung internasional tentunya menjadi kebanggaan bagi institusi pendidikan. Dekan Fakultas Bisnis Digital, Dr. Ir. H. Muhammad Harun, M.T., merespons prestasi tersebut dengan penuh apresiasi dan optimisme.
“Prestasi yang diraih oleh mahasiswa kami di kompetisi Asia Pacific Digital Innovation Challenge mencerminkan kualitas pendidikan dan dedikasi tim kami dalam mempersiapkan generasi muda yang siap berkompetisi di tingkat global. Ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari kurikulum yang kami rancang dengan mengikuti standar internasional, dosen-dosen yang berpengalaman, dan fasilitas yang memadai,” kata Dr. Muhammad Harun dalam pernyataan resmi yang diterima redaksi pada Jumat, 11 April 2026.
Dekan lebih lanjut menyatakan bahwa Fakultas Bisnis Digital memiliki komitmen kuat untuk terus mendorong mahasiswa mencapai prestasi optimal. “Kami menyediakan berbagai program pengembangan keterampilan, mentoring dari praktisi industri, dan kesempatan untuk mengikuti kompetisi baik nasional maupun internasional. Kami percaya bahwa pendidikan tidak hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi juga pengembangan kompetensi dan karakter untuk menghadapi tantangan masa depan.”
Lebih lanjut, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Amiruddin Lestariono, S.H., M.Si., juga memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian ini. “Keberhasilan tim mahasiswa Fakultas Bisnis Digital di tingkat internasional membuktikan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari mampu bersaing dan berkontribusi pada panggung global. Kami akan terus memberikan dukungan penuh, baik dalam bentuk dana penelitian, fasilitas laboratorium digital, maupun akses ke jaringan internasional untuk mendorong lebih banyak lagi inovasi dari mahasiswa dan dosen kami,” ujar Prof. Amiruddin dalam siaran pers yang dikeluarkan Humas Universitas Muhammadiyah Kendari.
Pencapaian tim mahasiswa tersebut juga mendapatkan sambutan dari berbagai stakeholder lokal. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sulawesi Tenggara, Ir. H. Bambang Suryanto, M.T., menyatakan bahwa kesuksesan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia, khususnya di Sulawesi Tenggara, untuk terus berinovasi dalam bidang digital.
“Kita saksikan bahwa talenta digital dari Sulawesi Tenggara tidak kalah dengan talenta dari daerah lain di Indonesia. Prestasi ini membuktikan bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan akses terhadap pendidikan berkualitas, generasi muda kita mampu mencapai prestasi internasional. Kami berharap ada lebih banyak lagi mahasiswa dan institusi pendidikan di daerah yang bisa meraih pencapaian serupa,” ujarnya dalam konferensi pers yang dihadiri oleh pihak Universitas Muhammadiyah Kendari.
Dampak dari prestasi ini tentu tidak sekadar pada tingkat institusional, melainkan juga membawa manfaat lebih luas bagi ekosistem digital dan entrepreneurship di Indonesia. Panitia APDIC menawarkan kesempatan kepada tim Unismuh Kendari untuk mengembangkan lebih lanjut prototype mereka melalui program inkubasi bisnis internasional. Selain itu, beberapa perusahaan teknologi terkemuka dari kawasan Asia Pasifik menunjukkan minat untuk berkolaborasi dengan tim tersebut dalam implementasi solusi mereka di pasar regional.
“Kami sudah menerima tawaran dari dua startup teknologi besar dari Singapura dan Thailand untuk mengembangkan lebih lanjut platform kami. Ini adalah peluang luar biasa bagi kami untuk melihat bagaimana inovasi yang kami ciptakan dapat memberikan dampak nyata pada ribuan UMKM di Asia Tenggara,” ungkap Muhammad Rizki dengan wajah yang bersinar optimisme.
Dalam konteks yang lebih luas, keberhasilan ini juga mencerminkan komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan program pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri. Fakultas Bisnis Digital, yang merupakan salah satu program akademik terbaru di universitas tersebut, telah menunjukkan momentum pertumbuhan yang sangat positif sejak didirikan tahun 2021.
“Kami merancang program Fakultas Bisnis Digital dengan vision untuk mencetak profesional digital yang tidak hanya menguasai teknologi terkini, tetapi juga memiliki pemahaman bisnis yang kuat dan kepedulian sosial. Inilah yang membedakan lulusan kami dari program-program serupa. Kami tidak hanya mengajarkan tentang digital marketing atau data science secara teoritis, tetapi juga bagaimana mengaplikasikan ilmu tersebut untuk menciptakan dampak sosial ekonomi yang positif,” jelas Prof. Dr. H. Ahmad Suryadi, M.Eng., selaku Ketua Program Studi Manajemen Digital.
Data menunjukkan bahwa lulusan Fakultas Bisnis Digital Unismuh Kendari memiliki tingkat employability yang tinggi, dengan rata-rata waktu tunggu penempatan kerja kurang dari tiga bulan setelah kelulusan. Banyak lulusan yang bekerja di perusahaan-perusahaan besar, mulai dari perusahaan teknologi, agency digital, hingga startup yang sedang berkembang pesat.
Prestasi di kompetisi internasional ini juga memberikan dampak positif bagi motivasi dan semangat mahasiswa lainnya di Fakultas Bisnis Digital. Sejak pengumuman kemenangan tim tersebut, jumlah minat siswa baru untuk mendaftar ke program studi Manajemen Digital meningkat signifikan. “Kami menerima puluhan pertanyaan dari calon mahasiswa yang terinspirasi oleh prestasi tim pemenang tersebut. Ini menunjukkan bahwa prestasi mahasiswa memiliki efek multiplier yang positif bagi pertumbuhan program,” kata Ibu Dr. Siti Hajar, M.B.A., Sekretaris Fakultas Bisnis Digital.
Ke depannya, universitas merencanakan untuk lebih memperluas akses mahasiswa dalam mengikuti kompetisi internasional. Program mentoring dengan praktisi industri juga akan ditingkatkan, serta akan dibentuk innovation center yang akan menjadi pusat inkubasi ide-ide inovatif dari mahasiswa dan dosen.
“Kami ingin menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi dan entrepreneurship. Bukan hanya mendorong mahasiswa untuk menjadi pekerja profesional, tetapi juga menjadi job creator yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi,” papar Prof. Amiruddin dalam visinya untuk pengembangan universitas ke depannya.
Penutupannya, keberhasilan mahasiswa Fakultas Bisnis Digital Unismuh Kendari di Asia Pacific Digital Innovation Challenge 2026 merupakan bukti nyata bahwa talenta berkualitas tidak hanya ada di pusat-pusat pendidikan di Pulau Jawa, melainkan juga tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Sulawesi Tenggara. Dengan dukungan pendidikan berkualitas, fasilitas memadai, dan motivasi yang kuat, generasi muda Indonesia mampu bersaing dan meraih prestasi di tingkat internasional. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lain dan mahasiswa di seluruh Indonesia untuk terus berinovasi dan mencapai hal-hal yang lebih besar lagi.
Sumber foto: Koleksi pribadi mahasiswa / Dokumentasi Universitas Muhammadiyah Kendari
—
Artikel ini diterbitkan pada 11 April 2026 oleh Redaksi Kampus Online Universitas Muhammadiyah Kendari