Universitas Muhammadiyah Kendari Luncurkan Proyek Pembangunan Infrastruktur Senilai Rp 85 Miliar untuk Mendukung Fakultas Bisnis Digital
Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari (Unismuh Kendari) secara resmi meluncurkan proyek pengembangan fasilitas dan infrastruktur kampus yang ambisius pada Rabu, 09 April 2026. Proyek senilai Rp 85 miliar ini difokuskan pada peningkatan kualitas fisik dan digital Fakultas Bisnis Digital, dengan target penyelesaian dalam 18 bulan ke depan.
Langkah strategis yang diambil oleh pihak manajemen Unismuh Kendari ini merupakan wujud komitmen institusi untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang kompetitif dan relevan dengan perkembangan zaman. Pembangunan infrastruktur kampus yang komprehensif diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar, mendorong penelitian inovatif, serta menciptakan lingkungan kampus yang kondusif bagi mahasiswa dan dosen.
Latar Belakang dan Motivasi Pembangunan
Fakultas Bisnis Digital (FBD) Universitas Muhammadiyah Kendari, yang berdiri sejak 2018, telah mengalami pertumbuhan signifikan dalam hal jumlah mahasiswa dan program akademik. Namun, pertumbuhan ini juga menghadirkan tantangan berupa keterbatasan infrastruktur fisik dan fasilitas pendukung yang belum optimal. Sejak tiga tahun terakhir, FBD hanya mengandalkan dua gedung bertingkat dengan kapasitas terbatas untuk menampung kegiatan akademik ribuan mahasiswa.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ruslan Abadi, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa keputusan untuk melakukan pembangunan infrastruktur berskala besar adalah hasil dari evaluasi mendalam terhadap kebutuhan akademik dan visi jangka panjang universitas.
“Sejak lima tahun lalu, kami telah merancang masterplan komprehensif untuk pengembangan kampus. Setelah melalui proses perencanaan yang matang, riset pasar pendidikan, dan konsultasi dengan berbagai stakeholder, kami yakin bahwa langkah ini akan membawa Universitas Muhammadiyah Kendari ke level berikutnya dalam hal infrastruktur dan kualitas layanan pendidikan,” ujar Prof. Ruslan dalam konferensi pers yang berlangsung di Auditorium Utama Kampus Kendari.
Ketua Fakultas Bisnis Digital, Dr. Siti Nurhayati, M.Com., menambahkan bahwa proyek pembangunan ini akan secara langsung memberikan manfaat nyata kepada seluruh civitas akademika FBD.
“Kami telah menunggu momentum ini cukup lama. Mahasiswa kami sudah menunjukkan prestasi gemilang di berbagai kompetisi nasional dan internasional, namun fasilitas kampus kami masih jauh tertinggal. Dengan adanya proyek ini, kami berharap dapat memberikan pengalaman belajar yang setara dengan universitas-universitas terkemuka di Indonesia,” ungkap Dr. Siti Nurhayati dengan antusiasme.
Ruang Lingkup Proyek dan Detail Pembangunan
Proyek pembangunan infrastruktur senilai Rp 85 miliar ini mencakup berbagai komponen strategis yang dirancang untuk mendukung transformasi digital dalam pendidikan. Berdasarkan dokumen rencana induk yang disampaikan dalam acara peluncuran, proyek ini terbagi menjadi beberapa fase dengan prioritas yang berbeda.
Komponen pertama adalah pembangunan Gedung Learning Center dan Digital Innovation Hub yang akan menempati lahan seluas 3.500 meter persegi. Struktur bangunan berlantai lima ini akan dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas modern berupa laboratorium komputer dengan 200 unit workstation terbaru, studio produksi konten digital bersertifikat internasional, ruang kolaborasi startup, dan perpustakaan digital berstandar nasional. Investasi untuk komponen ini mencapai Rp 42 miliar.
Komponen kedua adalah peningkatan infrastruktur jaringan dan teknologi informasi dengan alokasi dana Rp 18 miliar. Dalam komponen ini, pihak kampus akan melakukan upgrade sistem cloud computing, peningkatan kapasitas internet berkecepatan tinggi hingga 1 Gbps, serta pembangunan data center yang aman dan efisien. Sistem jaringan yang ditingkatkan ini akan menghubungkan seluruh gedung akademik di lingkungan FBD dan menyediakan konektivitas seamless untuk kegiatan pembelajaran hybrid dan pembelajaran jarak jauh.
Komponen ketiga adalah renovasi dan modernisasi Gedung Perkuliahan Blok A dan B dengan anggaran Rp 15 miliar. Renovasi ini mencakup perbaikan infrastruktur listrik, sistem HVAC (heating, ventilation, and air conditioning) yang lebih efisien, pengecatan ulang, pemasangan multimedia interaktif di semua ruang kelas, serta peningkatan sistem keamanan dan aksesibilitas bagi mahasiswa berkebutuhan khusus.
Komponen keempat adalah pembangunan ruang terbuka hijau dan fasilitas penunjang dengan alokasi Rp 10 miliar. Fasilitas ini akan mencakup taman kampus yang ramah lingkungan, taman baca outdoor, lapangan olahraga multipurpose yang berstandar internasional, area parkir bertingkat, dan food court modern dengan konsep keberlanjutan lingkungan.
Direktur Operasional Unismuh Kendari, Ir. Bambang Setiawan, M.T., menguraikan rincian teknis proyeksi waktu pembangunan secara detail.
“Kami telah menunjuk kontraktor berpengalaman yang memiliki track record cemerlang dalam menangani proyek-proyek universitas di berbagai daerah. Fase pertama, yang meliputi pembangunan Learning Center dan Digital Innovation Hub, ditargetkan selesai dalam enam bulan, yaitu pada Oktober 2026. Fase kedua untuk upgrade infrastruktur IT dan renovasi gedung perkuliahan akan berjalan paralel dengan fase pertama dan direncanakan selesai pada Desember 2026. Fase ketiga untuk pengembangan ruang terbuka hijau akan dimulai pada November 2026 dan ditargetkan selesai pada September 2027,” jelas Ir. Bambang dengan menunjukkan gambaran detail di layar proyektor.
Pendekatan Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan
Salah satu aspek menonjol dari proyek ini adalah komitmen terhadap prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Setiap komponen dirancang dengan mempertimbangkan efisiensi energi, penggunaan material ramah lingkungan, dan pengurangan jejak karbon.
Dekan Fakultas Bisnis Digital, Dr. Siti Nurhayati, menekankan bahwa keberlanjutan lingkungan bukanlah sekadar slogan, tetapi merupakan nilai fundamental yang ditanamkan dalam setiap aspek proyek.
“Gedung Learning Center kami akan menerapkan sistem green building dengan standar LEED (Leadership in Energy and Environmental Design). Kami akan menggunakan panel surya untuk 40 persen kebutuhan energi bangunan, sistem pengelolaan air hujan yang canggih, dan material-material yang dapat didaur ulang. Ini bukan hanya baik untuk lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari pembelajaran praktis bagi mahasiswa tentang sustainability,” tutur Dr. Siti Nurhayati dengan penuh keyakinan.
Selain itu, proyek ini juga mencakup perencanaan landscape yang mengintegrasikan vegetasi lokal yang tahan terhadap kondisi iklim tropis Sulawesi Tenggara. Hal ini sejalan dengan komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi kampus yang ramah lingkungan dan sejalan dengan target Zero Waste pada tahun 2030.
Dampak dan Manfaat Bagi Civitas Akademika
Proyek pembangunan infrastruktur ini diproyeksikan akan memberikan dampak positif yang luas bagi berbagai pihak terkait, khususnya mahasiswa, dosen, dan staf Universitas Muhammadiyah Kendari.
Dari perspektif akademik, mahasiswa akan mendapatkan akses terhadap fasilitas pembelajaran yang setara dengan standar internasional. Laboratorium komputer yang dilengkapi dengan teknologi terkini akan memungkinkan mahasiswa untuk melakukan praktik dengan perangkat lunak dan hardware yang digunakan oleh industri profesional. Studio produksi konten digital akan memberikan kesempatan bagi mahasiswa Program Studi Manajemen Konten Digital dan Desain Komunikasi Visual untuk memproduksi karya berkualitas tinggi yang dapat dipresentasikan dalam portofolio profesional mereka.
“Dengan adanya fasilitas-fasilitas modern ini, kami yakin mahasiswa FBD akan dapat bersaing secara global. Mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoretis, tetapi juga pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan industri digital yang terus berkembang pesat,” ujar Ketua Program Studi Manajemen Bisnis Digital, Drs. H. Muhammad Rizki, M.B.A.
Dari perspektif penelitian dan pengembangan, Gedung Digital Innovation Hub akan menjadi pusat inovasi dan inkubasi bisnis digital. Dosen dan mahasiswa akan memiliki ruang dan fasilitas yang memadai untuk melakukan penelitian, mengembangkan ide-ide inovatif, dan menciptakan startup teknologi. Ketersediaan ruang kolaborasi startup akan memfasilitasi interaction antara akademisi, praktisi industri, dan entrepreneur muda.
“Ruang kolaborasi startup yang kami rencanakan akan menjadi semacam hub kreatif di mana mahasiswa dapat mengembangkan ide-ide mereka menjadi usaha nyata. Kami juga akan memfasilitasi akses ke mentor dari industri dan akses ke investor potensial,” tambah Dr. Siti Nurhayati.
Dari perspektif kesejahteraan civitas akademika, pembangunan food court modern dan fasilitas penunjang lainnya akan meningkatkan kenyamanan mahasiswa dan dosen selama berada di kampus. Lapangan olahraga multipurpose akan mendukung pengembangan prestasi olahraga mahasiswa dan menciptakan lingkungan kampus yang lebih sehat dan aktif.
Pembiayaan dan Dukungan Stakeholder
Proyek senilai Rp 85 miliar ini didanai melalui kombinasi sumber dana yang beragam, mencakup dana internal universitas, pinjaman dari lembaga keuangan, dan kontribusi dari para donatur yang peduli terhadap pendidikan.
Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Administrasi, Dr. Akbar Harahap, S.E., M.Si., menjelaskan strategi pembiayaan proyek ini.
“Universitas Muhammadiyah Kendari telah menyiapkan dana internal sebesar 35 persen dari total biaya proyek. Sisanya, kami akan mengakses kredit pembiayaan jangka panjang dari bank-bank terkemuka dengan bunga yang kompetitif, serta kami juga membuka kesempatan bagi para alumni dan donor untuk berkontribusi dalam proyek ini. Kami percaya bahwa proyek ini adalah investasi jangka panjang yang akan memberikan return of investment dalam bentuk peningkatan reputasi institusi dan kualitas lulusan,” jelas Dr. Akbar Harahap.
Dukungan dari berbagai stakeholder eksternal juga sangat membantu dalam mewujudkan proyek ini. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, telah memberikan izin dan dukungan teknis dalam proses perizinan dan perencanaan. Beberapa perusahaan teknologi besar juga telah menandatangani memorandum of understanding (MOU) untuk menjadi mitra dalam program pembelajaran dan pengembangan fasilitas laboratorium.
Harapan dan Visi ke Depan
Peluncuran proyek pembangunan infrastruktur ini menandai babak baru dalam sejarah perkembangan Universitas Muhammadiyah Kendari. Institusi yang telah berdiri selama lebih dari 40 tahun ini kini berupaya untuk menempatkan diri sebagai universitas pilihan utama di kawasan Sulawesi Tenggara dan secara bertahap meningkatkan posisinya di tingkat nasional dan internasional.
Rektor Prof. Dr. Ruslan Abadi menyatakan visi jangka panjang universitas dalam upacara peluncuran proyek:
“Kami ingin Universitas Muhammadiyah Kendari menjadi universitas yang tidak hanya dikenal karena prestasi akademik dan penelitian, tetapi juga karena infrastruktur fisik dan digital yang mendukung pembelajaran berkualitas tinggi. Dalam lima tahun ke depan, kami menargetkan untuk masuk dalam 200 universitas terbaik di Indonesia menurut ranking nasional. Proyek pembangunan ini adalah langkah strategis untuk mencapai target tersebut,” tutur Prof. Ruslan dengan penuh optimisme.
Lebih jauh lagi, universitas juga merencanakan ekspansi menuju pembangunan kampus satelit dan pengembangan program-program akademik baru yang lebih inovatif pasca-selesainya proyek infrastruktur saat ini. Program-program baru seperti Artificial Intelligence, Cybersecurity, dan Digital Marketing Strategy direncanakan akan diluncurkan pada tahun akademik 2027/2028.
Penutup
Proyek pembangunan fasilitas dan infrastruktur kampus Universitas Muhammadiyah Kendari senilai Rp 85 miliar ini merupakan bukti nyata dari komitmen institusi untuk terus berkembang dan berinovasi. Dengan dukungan dari berbagai stakeholder dan manajemen yang solid, proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kualitas pendidikan dan penelitian di Fakultas Bisnis Digital khususnya, dan Universitas Muhammadiyah Kendari secara umum.
Peluncuran proyek ini juga menjadi momen penting bagi komunitas akademis Kendari, karena akan menciptakan ekosistem pendidikan digital yang lebih kuat dan kompetitif di wilayah Sulawesi Tenggara. Mahasiswa dan dosen akan mendapatkan fasilitas yang lebih baik untuk mengembangkan potensi mereka, sementara masyarakat luas akan melihat peningkatan kontribusi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam pengembangan sumber daya manusia berkualitas tinggi di bidang bisnis digital.
Dengan target penyelesaian dalam 18 bulan ke depan, proyek ini akan menjadi salah satu mega project pendidikan yang paling ditunggu-tunggu oleh civitas akademika dan masyarakat Kendari. Semoga proyek ini dapat berjalan lancar dan mencapai target yang