KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Bisnis Digital, mencatatkan pencapaian signifikan dalam dunia penelitian dan pengembangan teknologi. Pada tanggal 3 April 2026, kampus yang berlokasi di jantung Kota Kendari ini meluncurkan platform e-commerce revolusioner bernama “SulaTrade AI” yang menggabungkan teknologi kecerdasan buatan dengan kebutuhan nyata pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulawesi Tenggara.
Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi intensif selama delapan bulan antara dosen Fakultas Bisnis Digital dan mahasiswa dari berbagai program studi, mulai dari Teknologi Informasi, Akuntansi Digital, hingga Manajemen Bisnis Digital. Penelitian yang didanai oleh Dana Penelitian Internal Universitas Muhammadiyah Kendari ini diharapkan mampu mengubah lanskap perdagangan digital di kawasan timur Indonesia.
Latar Belakang Penelitian dan Motivasi Inovasi
Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka di Sulawesi Tenggara, telah konsisten dalam mengembangkan ekosistem penelitian dan inovasi. Fakultas Bisnis Digital, yang berdiri sejak tahun 2019, dirancang khusus untuk menjawab tantangan transformasi digital di era modern.
Keputusan untuk melakukan penelitian tentang platform e-commerce berbasis AI bermula dari observasi mendalam terhadap kondisi UMKM di Sulawesi Tenggara. Data menunjukkan bahwa lebih dari 78 persen UMKM di wilayah ini masih menggunakan metode penjualan tradisional atau hanya mengandalkan media sosial tanpa sistem manajemen yang terstruktur. Permasalahan ini diperkuat oleh terbatasnya akses teknologi, kurangnya literasi digital, dan mahalnya biaya implementasi sistem e-commerce komersial yang sudah ada.
“Kami melihat potensi luar biasa dari UMKM lokal kami, tetapi mereka tertinggal dalam digitalisasi. Itulah mengapa kami memutuskan untuk membuat solusi yang tidak hanya canggih, tetapi juga terjangkau dan mudah digunakan,” ujar Dr. Ahmad Ridho Pratama, S.E., M.B.A., Dekan Fakultas Bisnis Digital Universitas Muhammadiyah Kendari, saat mengumumkan peluncuran platform tersebut di auditorium kampus.
Spesifikasi dan Fitur Unggulan Platform SulaTrade AI
Platform SulaTrade AI dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan spesifik pelaku UMKM lokal. Sistem ini mengintegrasikan berbagai fitur canggih yang sebelumnya hanya tersedia di platform e-commerce internasional dengan harga premium.
Pertama, SulaTrade AI dilengkapi dengan sistem rekomendasi produk berbasis machine learning yang mampu menganalisis perilaku konsumen dan memberikan saran produk yang relevan. Teknologi ini membantu meningkatkan conversion rate rata-rata sebesar 34 persen berdasarkan uji coba beta selama tiga bulan.
Kedua, platform ini menyediakan fitur pembukuan otomatis yang terintegrasi dengan sistem perpajakan Indonesia. UMKM tidak lagi perlu merekrut akuntan profesional dengan biaya operasional tinggi, karena sistem ini dapat secara otomatis mengkategorikan transaksi dan menyiapkan laporan keuangan yang komprehensif.
Ketiga, SulaTrade AI dilengkapi dengan chatbot customer service berbahasa Indonesia yang dapat menangani pertanyaan pelanggan 24/7. Chatbot ini telah dilatih dengan dataset lebih dari 50,000 percakapan e-commerce untuk memastikan respons yang akurat dan natural.
Keempat, platform ini memiliki fitur marketplace terintegrasi yang memungkinkan UMKM untuk berjualan di berbagai channel secara bersamaan, mulai dari marketplace lokal hingga media sosial, dari satu dashboard terpusat.
“Fitur yang paling saya banggakan adalah sistem inventory management yang prediktif. AI kami dapat memprediksi permintaan produk hingga enam minggu ke depan berdasarkan data historis, tren musiman, dan faktor eksternal lainnya. Ini membantu UMKM menghindari overstock atau stockout,” jelas Ir. Nurul Hidayat, S.T., M.Sc., Ketua Tim Riset dan pengembang utama SulaTrade AI dari Fakultas Bisnis Digital.
Proses Penelitian dan Partisipasi Mahasiswa
Penelitian ini melibatkan 45 mahasiswa dari berbagai angkatan dan program studi. Mereka tidak hanya berperan sebagai asisten peneliti, tetapi juga aktif dalam pengembangan, testing, dan validasi platform.
Salah satu mahasiswa yang terlibat adalah Siti Nurhaliza, mahasiswa semester enam Program Studi Teknologi Informasi Bisnis Digital. Melalui riset ini, Siti mengembangkan algoritma machine learning untuk sistem rekomendasi produk, yang kemudian menjadi basis dari skripsinya.
“Pengalaman ini sangat berharga. Saya tidak hanya belajar coding dari buku atau kelas reguler, tetapi benar-benar menerapkan pengetahuan saya untuk memecahkan masalah nyata. Saya bahkan sudah menerima tiga penawaran kerja dari perusahaan teknologi di Jakarta sebelum lulus kuliah,” tutur Siti dengan antusias.
Proses penelitian berlangsung secara sistematis. Tim dimulai dengan fase ideasi dan studi literatur selama dua bulan, dilanjutkan dengan fase desain dan pengembangan selama empat bulan, dan diakhiri dengan fase testing dan refinement selama dua bulan. Setiap fase melibatkan focus group discussion dengan pelaku UMKM untuk memastikan bahwa produk yang dikembangkan benar-benar memenuhi kebutuhan mereka.
Dukungan Institusi dan Pendanaan Penelitian
Kesuksesan penelitian ini tidak terlepas dari dukungan penuh dari manajemen Universitas Muhammadiyah Kendari. Universitas mengalokasikan dana penelitian internal sebesar 850 juta rupiah untuk proyek SulaTrade AI ini, melampaui standar pendanaan penelitian di universitas swasta lain di kawasan timur Indonesia.
“Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk menjadi research-driven institution yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. SulaTrade AI adalah manifestasi dari komitmen tersebut,” ujar Prof. Dr. Bachruddin Saleh, M.Sc., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutan resminya.
Selain pendanaan internal, tim peneliti juga berhasil mendapatkan dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui program Penelitian Terapan untuk Peningkatan Daya Saing Industri dengan total pendanaan tambahan sebesar 500 juta rupiah.
Pengujian Beta dan Respons Positif dari Pelaku UMKM
Sebelum diluncurkan secara resmi, platform SulaTrade AI telah diuji coba oleh 120 UMKM di Kota Kendari dan sekitarnya selama kuartal pertama tahun 2026. Respons yang diterima sangat positif.
Suyanto, 52 tahun, pemilik toko kerajinan tangan “Sulawesi Craft” yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Kendari, merupakan salah satu peserta beta tester. Sejak menggunakan SulaTrade AI, penjualannya meningkat 156 persen dalam tiga bulan pertama.
“Saya tidak perlu lagi mengurus pembukuan manual yang rumit. Sistem ini otomatis menghitung pajak saya. Yang paling membantu adalah fitur prediksi inventory-nya. Dulu saya sering bingung berapa banyak produk yang harus saya buat, sekarang saya tahu persis berapa permintaan bulan depan,” cerita Suyanto sambil menunjukkan dashboard SulaTrade AI di smartphone-nya.
Respons serupa juga datang dari Ratna Wijaya, 38 tahun, pemilik usaha fashion lokal “Kendari Style”. “Chatbot customer service-nya sangat membantu mengurangi beban saya dalam menjawab pertanyaan pelanggan yang sama berulang-ulang. Saya bisa fokus pada desain dan kualitas produk,” tambah Ratna.
Model Bisnis dan Strategi Pemasaran
Tim peneliti merancang model bisnis yang sustainability-oriented. SulaTrade AI akan menawarkan tiga paket berlangganan: paket gratis terbatas dengan fitur dasar, paket premium sebesar 199 ribu rupiah per bulan untuk UMKM menengah, dan paket enterprise dengan harga yang dapat dinegosiasikan untuk bisnis yang lebih besar.
Untuk memastikan adopsi yang luas, Universitas Muhammadiyah Kendari akan menyediakan subsidi untuk 500 UMKM pertama yang mendaftar selama tahun 2026, di mana 50 persen biaya langganan akan ditanggung oleh universitas.
“Kami percaya bahwa inovasi harus memberikan dampak sosial yang nyata. Oleh karena itu, kami menyediakan subsidi ini bukan hanya untuk meningkatkan adopsi pengguna, tetapi juga untuk menunjukkan kepada UMKM bahwa transformasi digital itu mungkin dan terjangkau,” jelas Dr. Ahmad Ridho Pratama.
Strategi pemasaran juga melibatkan kampanye sosialisasi di berbagai channel, mulai dari webinar gratis, workshop tatap muka di kelurahan-kelurahan, hingga program ambassador yang melibatkan mahasiswa dan alumni sebagai penjelas teknologi.
Dampak dan Proyeksi Pengembangan Lebih Lanjut
Peluncuran SulaTrade AI diproyeksikan akan memberikan dampak signifikan bagi ekosistem digital Sulawesi Tenggara. Dalam dua tahun pertama, tim menargetkan minimal 2,000 pengguna aktif dari kalangan UMKM, yang secara kumulatif dapat meningkatkan penjualan online sebesar 500 miliar rupiah.
Lebih jauh, platform ini diharapkan dapat menjadi proof of concept bagi penelitian-penelitian serupa di universitas lain. Universitas Muhammadiyah Kendari juga sedang merencanakan untuk mengembangkan SulaTrade AI menjadi ekosistem yang lebih luas, termasuk integrasi dengan platform logistik lokal dan payment gateway.
“Kami tidak berhenti di sini. Tim kami sudah mengembangkan roadmap untuk tahun-tahun mendatang, termasuk fitur blockchain untuk transparansi supply chain, augmented reality untuk product preview, dan integrasi dengan cryptocurrency untuk transaksi internasional,” ungkap Ir. Nurul Hidayat.
Kontribusi terhadap Penelitian Nasional
Inovasi ini juga berkontribusi pada upaya nasional dalam mempercepat transformasi digital UMKM. Hasil penelitian telah dipublikasikan di beberapa jurnal internasional, termasuk “Journal of Information Technology for Development” dan “Asian Journal of Business Research,” serta telah menjadi pokok diskusi di berbagai konferensi akademik.
Penutup
Peluncuran platform SulaTrade AI pada 3 April 2026 menandai momentum penting bagi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam membuktikan komitmennya terhadap penelitian yang aplikatif dan berdampak sosial. Kolaborasi sinergis antara dosen, mahasiswa, dan institusi telah menghasilkan solusi inovatif yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Dengan dukungan berkelanjutan dari pihak universitas, pemerintah, dan komunitas bisnis lokal, SulaTrade AI memiliki potensi besar untuk menjadi game-changer dalam digitalisasi UMKM di Sulawesi Tenggara. Kesuksesan penelitian ini juga membuka pintu bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan ekonomi digital nasional, sekaligus memperkuat posisi Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai institusi pendidikan yang relevan, inovatif, dan berdampak.
Ke depannya, diharapkan penelitian serupa dapat terus dikembangkan, dengan fokus pada berbagai aspek transformasi digital yang masih belum terjamah. Dengan semangat ini, Universitas Muhammadiyah Kendari membuktikan bahwa inovasi berkualitas tidak hanya lahir dari universitas-universitas besar di pulau Jawa, tetapi juga dari institusi-institusi di kawasan timur Indonesia yang memiliki dedikasi kuat untuk membuat perbedaan.